VIPBESTNEWS | Tempat Semua Berita Terbaru Nasional Dan Mancanegara

Gudang nya Berita Indonesia dan Dunia, kabar terbaru terkini. Situs berita terpercaya dari politik, peristiwa, bisnis, bola, tekno korupsi kriminal hingga gosip artis.

Seluruh Pelaku Industri Wisata Siapkan Mitigasi Jelang Lebaran

Seluruh Pelaku Industri Wisata

Seluruh Pelaku Industri Wisata Siapkan Mitigasi Jelang Lebaran guna menghadapi lonjakan wisatawan dan potensi perubahan cuaca, terutama di wilayah yang rawan bencana. Instruksi ini disampaikan oleh Kementerian Pariwisata (Kemenpar) sebagai bentuk antisipasi terhadap kondisi yang dapat mengganggu kenyamanan dan keselamatan wisatawan.

Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kementerian Pariwisata, Hariyanto, menyatakan bahwa pihaknya telah mengeluarkan Surat Imbauan Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur mengenai penilaian risiko (risk assessment) dalam rangka mengantisipasi destinasi wisata yang memiliki tingkat kerawanan tinggi. Tujuan dari imbauan ini adalah agar para pengelola destinasi dapat mempersiapkan langkah-langkah antisipatif.

“Kami dari Kementerian Pariwisata berusaha mengantisipasi segala kemungkinan yang tidak diinginkan. Sebagai tindak lanjut, sebelumnya telah diterbitkan Surat Edaran Menteri Pariwisata tentang penyelenggaraan kegiatan wisata yang aman, nyaman, dan menyenangkan di seluruh Indonesia,” ujar Hariyanto dalam pernyataan resminya.

Seluruh Pelaku Industri Wisata Siapkan Mitigasi

Ilustrasi wisatawan berwisata saat libur Lebaran. Foto: Kemenparekraf RI

Dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan, Kemenpar bekerja sama dengan berbagai pihak, seperti Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta stakeholder lainnya. Selain itu, Kemenpar juga mengembangkan platform Sisparnas (Sistem Informasi Kepariwisataan Nasional), yang menyajikan berbagai informasi terkait manajemen krisis dalam bentuk micro site edukasi.

Platform ini juga terkoneksi dengan BMKG sehingga memungkinkan pengguna untuk memantau kondisi cuaca secara real-time di berbagai destinasi wisata. “Di dalamnya terdapat tautan yang terhubung langsung dengan BMKG sehingga kita dapat mengakses informasi cuaca terkini di berbagai wilayah,” jelas Hariyanto.

Tidak hanya itu, Kemenpar juga memantau kesiapan sejumlah daerah melalui koordinasi virtual. Beberapa daerah, seperti Yogyakarta dan Bintan, telah mengaktifkan posko Tourist Information Center (TIC) sebagai pusat informasi dan pelayanan bagi wisatawan. Posko ini berperan penting dalam memberikan informasi terkait keselamatan dan panduan wisata kepada pengunjung.

Hariyanto menambahkan bahwa pihaknya lebih mengedepankan keterlibatan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya dalam memanfaatkan media digital untuk menyebarkan informasi secara efektif. Hal ini dianggap penting agar informasi dapat diterima dengan cepat oleh masyarakat luas.

Dalam persiapan libur Lebaran kali ini, Staf Ahli Bidang Manajemen Krisis Kemenpar, Fadjar Hutomo, juga menegaskan bahwa Kemenpar bekerja sama lintas kementerian dan lembaga. Salah satu bentuk sinergi tersebut adalah pengadaan Posko Angkutan Lebaran 2025 yang diprakarsai oleh Kementerian Perhubungan. Posko ini akan melibatkan berbagai instansi terkait, termasuk Kominfo, BMKG, ASDP, In-journey, dan sejumlah BUMN lainnya.

Menurut Fadjar, posko tersebut berfungsi untuk mengintegrasikan layanan informasi perjalanan, keamanan, serta layanan darurat jika terjadi situasi yang tidak diinginkan selama periode mudik dan liburan. Posko ini juga diharapkan dapat membantu wisatawan dalam mendapatkan informasi transportasi dan kondisi jalan secara real-time.

Wisatawan mengunjungi Pantai Anyer, Kabupaten Serang saat libur Lebaran 2024, Sabtu (13/4/2024). Foto: Muhammad Bagus Khoirunas/ANTARA FOTO

Siapkan Mitigasi Jelang Lebaran 2025

Selain itu, Kemenpar juga mendorong pengelola destinasi wisata untuk meningkatkan kesiapan fasilitas umum, terutama di daerah-daerah yang rawan bencana alam seperti gempa dan tanah longsor. Koordinasi dengan pihak keamanan, tenaga medis, dan relawan setempat juga dilakukan untuk memastikan kesiapan jika terjadi keadaan darurat.

Sejalan dengan upaya tersebut, BMKG juga memberikan dukungan dengan menyebarluaskan prakiraan cuaca harian melalui berbagai platform digital, sehingga para wisatawan dapat memantau kondisi cuaca di tempat tujuan mereka. Langkah ini dinilai penting guna mencegah terjadinya kepanikan akibat perubahan cuaca yang mendadak.

Kemenpar berharap, dengan adanya upaya mitigasi dan kolaborasi lintas sektor ini, masyarakat dapat merayakan libur Lebaran dengan lebih aman dan nyaman. Wisatawan juga diimbau untuk selalu mengikuti arahan dari otoritas setempat serta mematuhi protokol keselamatan selama berada di destinasi wisata.

Hariyanto menegaskan pentingnya kesiapsiagaan seluruh pihak dalam menghadapi potensi risiko selama musim libur. “Kami berharap semua pelaku industri pariwisata dapat bekerja sama dengan pemerintah dalam memberikan pelayanan terbaik dan menjaga keselamatan wisatawan selama liburan,” tutupnya.

Dengan langkah mitigasi yang matang dan koordinasi yang solid antar instansi, diharapkan potensi risiko selama musim liburan dapat diminimalisir. Kesadaran dan partisipasi aktif dari masyarakat serta wisatawan juga menjadi kunci dalam mewujudkan libur Lebaran yang aman, nyaman, dan menyenangkan.

Baca Juga : Pungutan Wisata Belum Optimal & Koster Bentuk Tim Percepatan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

saya bukan robot *Time limit exceeded. Please complete the captcha once again.