VIPBESTNEWS | Tempat Semua Berita Terbaru Nasional Dan Mancanegara

Gudang nya Berita Indonesia dan Dunia, kabar terbaru terkini. Situs berita terpercaya dari politik, peristiwa, bisnis, bola, tekno korupsi kriminal hingga gosip artis.

Bupati Pekalongan Pastikan TPQ Tak Tergusur Program Lima Hari Sekolah

Bupati Pekalongan Pastikan TPQ Tak Tergusur Program Lima Hari Sekolah

Bupati Pekalongan Pastikan TPQ Tak Tergusur Program Lima Hari Sekolah

Pemerintah Kabupaten Pekalongan mengambil sikap tegas terkait keberadaan Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ) di tengah pelaksanaan program Lima Hari Sekolah.

Bupati Pekalongan memastikan bahwa TPQ tidak akan tergeser atau terpinggirkan akibat perubahan jadwal dan kebijakan pendidikan ini.

Artikel ini membahas bagaimana pemerintah daerah menjaga keberlangsungan pendidikan agama di tengah dinamika sistem pendidikan nasional.

Bupati Pekalongan Pastikan TPQ Tak Tergusur Program Lima Hari Sekolah

Program Lima Hari Sekolah merupakan kebijakan yang mengatur jadwal belajar siswa selama lima hari dalam seminggu di sekolah formal.

Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan memberikan waktu yang cukup bagi siswa untuk beristirahat dan mengikuti kegiatan lainnya.

Namun, muncul kekhawatiran dari berbagai pihak, terutama lembaga pendidikan keagamaan seperti TPQ

terkait dampak kebijakan ini terhadap kegiatan belajar mengajar mereka.

Kebijakan ini berpotensi mengubah jadwal dan waktu yang selama ini digunakan siswa untuk belajar di TPQ

sehingga menimbulkan ketakutan TPQ akan kehilangan murid atau bahkan tergeser keberadaannya.

Komitmen Bupati Pekalongan terhadap TPQ

Menanggapi kekhawatiran tersebut, Bupati Pekalongan menegaskan bahwa keberadaan TPQ merupakan bagian penting dari pendidikan di daerahnya.

Ia menyatakan bahwa pemerintah daerah berkomitmen menjaga keberlangsungan TPQ dan tidak membiarkan program Lima Hari Sekolah menggeser peran serta fungsi lembaga pendidikan agama tersebut.

Bupati menambahkan bahwa kegiatan belajar di TPQ tetap akan didukung dan difasilitasi, termasuk dalam hal pengaturan waktu dan ruang belajar agar tidak bertabrakan dengan jadwal sekolah formal.

Sinergi antara Pendidikan Formal dan Pendidikan Agama

Untuk memastikan keberlangsungan pendidikan agama di TPQ, pemerintah Pekalongan mendorong sinergi antara sekolah formal dan TPQ.

slot gacor Sinergi ini mencakup penyesuaian jadwal agar siswa dapat mengikuti pembelajaran di sekolah dan juga TPQ secara optimal tanpa harus mengorbankan salah satu.

Selain itu, kolaborasi antara pihak sekolah, TPQ, dan orang tua siswa menjadi kunci keberhasilan dalam menjaga keseimbangan pendidikan formal dan keagamaan.

Dukungan dari semua pihak ini diharapkan dapat menciptakan suasana belajar yang kondusif dan terpadu bagi siswa.

Peran TPQ dalam Pendidikan Karakter dan Agama

TPQ memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan memperkuat pendidikan agama bagi generasi muda. Di TPQ, siswa belajar membaca Al-Quran

memahami ajaran agama Islam, dan menginternalisasi nilai-nilai moral yang menjadi landasan kehidupan sehari-hari.

Keberadaan TPQ yang kuat sangat penting untuk menjaga kelangsungan pendidikan agama yang komprehensif

yang tidak hanya mengandalkan pembelajaran formal di sekolah, tapi juga pendidikan keagamaan yang bersifat khusus dan mendalam.

Dukungan Pemerintah untuk TPQ

Selain menjaga keberlangsungan waktu belajar, pemerintah Kabupaten Pekalongan juga memberikan berbagai bentuk dukungan kepada TPQ.

Ini meliputi penyediaan fasilitas, pelatihan bagi pengajar TPQ, dan program-program pembinaan yang bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan di TPQ.

Pemerintah juga membuka ruang dialog dan konsultasi dengan pengelola TPQ agar kebijakan yang dibuat senantiasa responsif terhadap kebutuhan pendidikan agama di daerah.

Harapan Masyarakat dan Orang Tua Siswa

Masyarakat dan orang tua siswa menyambut baik komitmen Bupati Pekalongan untuk menjaga keberadaan TPQ di tengah perubahan sistem pendidikan.

Mereka berharap anak-anak dapat memperoleh pendidikan agama yang memadai tanpa harus kehilangan kesempatan belajar di sekolah formal.

Dengan dukungan pemerintah yang kuat, orang tua merasa lebih yakin bahwa

pendidikan anak-anak mereka akan berjalan seimbang dan menyeluruh, mencakup aspek akademik dan keagamaan.

Kesimpulan

Bupati Pekalongan menegaskan bahwa program Lima Hari Sekolah tidak akan menggeser atau menyingkirkan keberadaan TPQ di daerahnya.

Pemerintah daerah berkomitmen menjaga keberlangsungan pendidikan agama melalui TPQ dengan berbagai upaya sinergi, dukungan fasilitas, dan kebijakan yang mendukung.

Keberadaan TPQ sebagai lembaga pendidikan agama yang penting harus terus dipelihara agar generasi muda dapat memperoleh pendidikan agama yang berkualitas dan menyeluruh.

Dengan sinergi yang baik antara sekolah formal, TPQ, pemerintah, dan masyarakat, harapan untuk membentuk generasi yang berkarakter dan beriman akan lebih mudah diwujudkan.

Baca juga: Orang yang Hidup Sampai Usia 100 Ternyata Punya ‘Kekuatan Super’, Ini Studinya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

saya bukan robot *Time limit exceeded. Please complete the captcha once again.

angelspublicschools.in