Punya Rumah di Asia Makin Mustahil, Bagaimana dengan Indonesia?
Memiliki rumah pribadi adalah impian hampir semua orang. Namun dalam beberapa tahun terakhir, harga properti di berbagai negara Asia melonjak sangat tinggi
membuat generasi muda semakin sulit untuk mewujudkan impian tersebut. Lantas, bagaimana dengan kondisi di Indonesia? Apakah tren yang sama juga terjadi, dan adakah solusi untuk mengatasinya?
Harga Properti di Asia Melonjak Tajam
Sejumlah kota besar di Asia seperti Hong Kong, Singapura, Seoul, dan Tokyo mengalami kenaikan harga rumah yang sangat signifikan dalam satu dekade terakhir.
Di Hong Kong, misalnya, harga rumah telah mencapai level tertinggi di dunia. Bahkan, apartemen kecil seluas 20 meter persegi bisa dibanderol miliaran rupiah.
Faktor penyebab utama lonjakan harga ini adalah keterbatasan lahan, pertumbuhan ekonomi yang cepat, serta tingginya permintaan dari investor asing.
Kondisi ini membuat generasi muda dan kelas menengah kesulitan menjangkau harga rumah, sehingga kepemilikan rumah menjadi semakin jauh dari jangkauan.
Punya Rumah di Asia Makin Mustahil, Bagaimana dengan Indonesia?
Indonesia memang tidak mengalami krisis harga rumah separah kota-kota besar di Asia Timur, namun tren kenaikan harga tetap terjadi.
Di Jakarta, Bandung, Surabaya, hingga Bali, harga rumah terus naik dari tahun ke tahun, terutama di lokasi strategis dan kawasan penyangga kota.
Menurut data Bank Indonesia, harga rumah tapak tumbuh secara tahunan sekitar 1,89% pada kuartal II 2025.
Walaupun angka ini tidak setinggi negara lain di Asia, daya beli masyarakat yang tidak tumbuh seiring membuat properti tetap sulit dijangkau.
Generasi Muda Paling Terdampak
Sama seperti di negara-negara Asia lainnya, generasi muda di Indonesia juga mengalami tantangan besar dalam memiliki rumah.
Banyak dari mereka yang hanya mampu menyewa, bukan membeli. Keterbatasan penghasilan, tingginya biaya hidup, dan kebutuhan lain
seperti pendidikan serta transportasi, membuat mereka kesulitan mengumpulkan uang muka atau memenuhi syarat kredit.
Kondisi ini diperparah dengan meningkatnya tren properti sebagai investasi. Banyak hunian dibeli bukan untuk ditinggali, tetapi untuk disewakan atau dijual kembali, sehingga memicu kelangkaan rumah yang benar-benar diperuntukkan bagi masyarakat umum.
Pemerintah Dorong Program Rumah Subsidi
Untuk menjawab tantangan tersebut, pemerintah Indonesia melalui Kementerian PUPR terus menggulirkan program rumah subsidi seperti FLPP (Fasilitas
Likuiditas Pembiayaan Perumahan). Program ini bertujuan untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah agar bisa membeli rumah dengan bunga rendah dan tenor panjang.
Namun, pelaksanaan program ini belum sepenuhnya optimal. Masih banyak warga yang kesulitan mengakses informasi, dan terkadang kualitas rumah subsidi juga menjadi sorotan.
Meski begitu, langkah ini tetap merupakan bentuk komitmen negara dalam menjawab kebutuhan akan tempat tinggal yang terjangkau.
Alternatif: Hunian Vertikal dan Perumahan Pinggiran
Selain rumah tapak, hunian vertikal seperti apartemen kini menjadi solusi yang mulai dipertimbangkan, terutama di kota besar.
Harganya lebih murah dibanding rumah tapak di lokasi yang sama, meskipun tantangan seperti biaya perawatan bulanan dan ruang terbatas tetap ada.
Sementara itu, perumahan di wilayah pinggiran kota seperti Bekasi, Tangerang, dan Bogor juga menjadi pilihan realistis bagi banyak keluarga muda.
Meskipun akses transportasi menjadi tantangan, berbagai infrastruktur seperti jalan tol dan kereta commuter kini sudah mulai mendukung mobilitas harian.
Kesimpulan: Punya Rumah di Indonesia Masih Mungkin, Tapi Perlu Strategi
Memiliki rumah di Asia memang semakin sulit, terutama di kota-kota besar dengan harga properti selangit.
Namun di Indonesia, peluang itu masih terbuka, meskipun dibutuhkan strategi yang tepat, kedisiplinan finansial, dan dukungan kebijakan pemerintah.
Bagi generasi muda, penting untuk memulai perencanaan keuangan sejak dini, memanfaatkan program subsidi pemerintah, serta terbuka terhadap alternatif hunian seperti apartemen atau perumahan pinggiran.
Dengan langkah yang tepat, impian memiliki rumah di Indonesia masih bisa diwujudkan.
Baca juga: Momen Gibran Diajak Foto Turis Asal Prancis di Desa Sade NTB
Leave a Reply